Biji gandum



"Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." -  Yohanes 12:24-26.

(Yoh 12:24-26) Jika kita adalah biji gandung yang telah dipilihNya, ya memang harus "mati" dauhlu dalam nama Allah Bapa, Anak melalui Yesus Kristus, dan Roh Kudus, karena itulah yang menjadi "syarat" untuk dapat menjadi pelayan Allah. R Paulus menegaskan kembali (Roma 12:2) bahwa dengan telah "mati" tersebut kita diharapkan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tapi serupa dengan dunia ini. Bagaiman kita harus hidup dengan iman yang telah kita terima? 2 Petrus 1:5-7, R Petrus (di masa-masa akhir hidupnya) mengingatkan kita untuk terus bertumbuh dan berproses untuk terus dapat memancarkan kasih yang Agape. Sehingga masuk logika saya jika R Paulus pada Roma 12:1 menegaskan agar kita mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup.

Galatia 2:20 sangat bagus sekali "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."

Komentar